Kelainan Dada Cekung, Berbahaya kah?

Apakah anda pernah melihat dada seseorang yang tampak cekung atau masuk ke dalam? Kondisi ini secara medis disebut Pectus Excavatum. Kelainan ini disebabkan pertumbuhan tulang dada dan tulang rusuk ke arah dalam. Kondisi ini terlihat dari sejak anak dan makin memberat saat dewasa. Kelainan ini ditemukan 1:1000 kelahiran. Laki-laki lebih banyak mengalami kelainan ini dibanding perempuan (rasio 3:1).

            Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri dada, nyeri punggung, berdebar-debar, lelah, sesak napas terutama saat sedang beraktivitas. Selain gejala tersebut, pectus excavatum berpengaruh juga terhadap kosmetik yang membuat seseorang tidak percaya diri.

            Pectus excavatum dapat dilihat dari pemeriksaan fisik secara spesifik pemeriksaan dada. Beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk melihat dampak kelainan ini terhadap jantung dan paru. Pemeriksaan ini antara lain dengan rontgen dada dan CT scan dada. Dari pemeriksaan tersebut akan terlihat apakah jantung atau paru tertekan. Selain itu pemeriksaan echocardiography juga dapat dilakukan untuk memeriksa fungsi jantung.

            Kasus pectus excavatum yang ringan dapat ditatalaksana dengan fisioterapi, yaitu latihan jasmani yang bertujuan memperbaiki postur tubuh dan pengembangan dinding dada. Sebagai tambahan, konseling psokologis perlu diberikan kepada pasien yang sulit menerima kelainan ini. Untuk kasus yang sedang dan berat perlu dilakukan tindakan operasi. Tindakan operasi yang dilakukan adalah operasi minimal invasif yang disebut nuss procedure. Tindakan ini dilakukan untuk mengkoreksi kelainan dinding dada dengan memasang pectus Bar di bawah tulang dada. Tulang dada dapat terangkat ke posisi normal dan bar tersebut dibiarkan di dalam tubuh selama 2 hingga 4 tahun. Setelah itu dilakukan operasi kembali untuk mengangkat bar. Operasi ini dilakukan secara minimal invasif, yang artinya luka operasinya kecil sehingga mengurangi rasa nyeri pada pasien dan pasien dapat segera beraktivitas kembali. Operasi ini dilakukan oleh dokter spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular (BTKV). Apabila anda atau kerabat anda ada yang mengalami kelainan ini, silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis BTKV di rumah sakit dekat tempat tinggal anda.

Sumber:

Harris C. Pectus excvatum. Annals Cardiothoracic Surgery. 2016; 5(5): 528.

Adityo Budiarso

Adityo Budiarso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top