Perbedaan Penyakit Jantung Pada Anak Dan Dewasa

Pada zaman modern ini, banyak orang yang berpikir bahwa operasi jantung hanya dilakukan pada orang dewasa, bahkan pada orang lanjut usia saja. Sehingga ketika anak mereka tiba-tiba memerlukan operasi jantung, banyak orang tua yang kaget dan menolak tindakan tersebut.

Kebanyakan tindakan operasi jantung pada anak dilakukan karena anak tersebut tidak seperti kebanyakan penyakit jantung pada dewasa yang diakibatkan oleh perilaku pola hidup seperti merokok, dan kolesterol tinggi, namun karena anak tersebut menderita penyakit jantung kongenital, yang artinya anak tersebut lahir dengan gangguan jantung tersebut.

Ada cukup banyak penyakit jantung kongenital pada anak, seperti Tetralogy of Fallot dimana ada gangguan struktur jantung yang mengakibatkan darah yang dialirkan ke seluruh tubuh kurang mengandung oksigen, atau Patent Foramen Ovale dimana sebuah lubang kecil pada dinding dalam jantung yang seharusnya menutup saat lahir tetap terbuka.

Apakah yang menjadi penyebab ini terjadi pada anak? Terkadang tidak ada penyebab yang pasti dan penyakit jantung kongenital ini dapat timbul begitu saja. Namun ada juga beberapa penyebab yang diketahui menjadi asal terjadinya penyakit jantung kongenital ini:

  • Genetik. Jika ada riwayat terjadi hal ini pada keluarga, maka ada kemungkinan hal ini bisa terjadi juga pada anak anda .
  • Merokok. Ibu yang merokok saat hamil, atau terpapar dengan asap rokok pada masa kehamilan bisa menyebabkan gangguan jantung kongenital.
  • Alkohol. Sama dengan merokok, minum minuman beralkohol juga menjadi salah satu faktor risiko penyebab gangguan jantung kongenital
  • Obat-obatan. Beberapa obat dapat mengganggu kehamilan, dan selain menyebabkan gangguan jantung janin juga bisa menyebabkan aborsi janin. Ibu hamil sebaiknya konsultasi dengan dokter ketika akan menggunakan obat-obatan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan
  • Diabetes. Penyakit diabetes yang tidak terkontrol saat masa kehamilan juga bisa mengakibatkan gangguan kongenital. Inilah pentingnya kontrol pengobatan diabetes terutama pada ibu hamil.
  • Penyakit infeksi. Berbagai penyakit infeksi baik oleh parasit, bakteri, atau virus dapat menyebabkan gangguan pada fase pembentukan jantung anak.

Jantung anak sendiri sedikit berbeda pada orang dewasa, dan karenanya prosedur operasi jantung pada anak dapat memiliki beberapa perbedaan dibandingkan dengan orang dewasa. Penelitian-penelitian dalam operasi jantung pada anak pun lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan pada orang dewasa karena beberapa faktor seperti masih kurangnya pengetahuan anak terhadap penyakit yang diderita dirinya sendiri. Deteksi penyakit jantung pada anak juga sering terlambat karena anak tidak bisa mengekspresikan penyakitnya pada orang di sekitarnya.

Walaupun begitu, orang tua harus tetap dapat waspada, dan sigap dalam mendeteksi penyakit jantung pada anak. Orang tua dapat melihat tanda-tanda seperti berikut pada anak:

  • Mudah lelah bahkan ketika beristirahat atau aktivitas ringan
  • Wajah serta tangan dan kaki tampak biru
  • Sesak nafas walau sedang dalam keadaan istirahat atau aktivitas ringan
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki
  • Pingsan tiba-tiba saat beraktivitas

Jika timbul gejala-gejala seperti berikut, sebaiknya orang tua memeriksakan anak mereka ke dokter agar dapat diberikan pemeriksaan lebih lanjut seperti foto X-Ray dan ekokardiografi jantung.

Sumber:

  1. Clinic M. Congenital heart defects in children 2018 [updated 6 Maret 2018; cited 2019 13 Agustus]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/congenital-heart-defects-children/symptoms-causes/syc-20350074.
  2. Matthew E. Oster M, MPH. The Risk for Congenital Heart Defects: Medscape; 2011 [updated 12 September 2011; cited 2019 13 Agustus]. Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/748569.
  3. Bellinger DC. Cardiac surgery and the brain: differences between adult and paediatric studies. Heart. 2003;89(4):365-6.
rezky pamaska

rezky pamaska

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top